Enaknya mau pulang Juni 17, 2009
Posted by yudhakusuma in Cerita Yudha.add a comment
He..he…akhirnya besok ambo nak pulang ke Jawa. Disini terasa sepi setelah teman2 dah pada pulang. Rasa kangen, penasaran, seneng dan terharu carut marut jadi satu. Hampir 6 bulan lebih tak bersua dengan ortu dan saudara, ha….ha….. rasanya pengen ketawa sekuat tenaga.
Aku kangen setengah mati pengen nyekar ke makam simbah, dulu waktu masih di Jawa sebulan dua kali pasti aku nyekar kemakam simbah. Entah kenapa rasanya kok kangen terus, padahal sudah hampir 15 tahun simbah pergi menghadap Tuhan. Banyak kenangan yang mungkin masih terekam dalam benakku, bayangkan saja sejak aku berumur 7 bulan dah ikut ma simbah.
Mbah’e, putumu mulih!!!!!!!!!!
Libur tiba, kok pada ngacir Juni 16, 2009
Posted by yudhakusuma in Cerita Yudha.Tags: bengkulu, di mata, guru, jogja, Libur, muda, ngacir, semoga, sukses
add a comment
Waduh2 liburan sekolah dah tiba, kok asrama pantai jadi sepi? Ya iya lah, GURMUD (guru2 muda) pada balik ke Jawa. Dasar nasib, susahnya kalau cuma jadi TU (bukan tukang urut lho!) gak bisa ngikut pulang waktu libur sekolah. Tapi tetep ada enaknya kok, coba piker aja sekarang malah dapat titipan motor, rumah sepi jadi gak ada yang ngusili lagi. Terasa bebas di tengah kesepian, ha…ha……
Rencananya pengen pulang juga sih, tapi ntar tanggal 18 Juni. Biasa dah kangen sama emak, pak’e, simbah, adek, keponakan2, keluarga besar trus sama si eneng yang tu…itu…lho anaknya preman pasar projo. Biarpun bapaknya preman anaknya malaikat bro, hik…hik… Kalau kamu liat bapaknya, waduh sueremmmmm banget pasti nyalimu jadi menciut, tatonya seperti gambar atlas (tak beraturan) dengan skala 1:10.000. Gak usah dibayangin aja lah. Mending cerita yang laen aja.
Ceritanya gini lho si Innu yang asli Jogja (tu lho yang ngakunya orang dalem kraton) dah gak akan balik lagi ke Bengkulu, katanya sih mau sekolah lagi. Bakalan sepi ASPAN, tapi temen2 disini Cuma ngasih doa aja “semoga sukses di tempat yang baru” (eh trus susan di wariske sopo? Ha…ha…).
Innu di mata Ku
Orangnya imut, dewasa, tapi bukan tipe gue (sebab dia cowok), aku kan masih normal. Kadang sering ngasih nasehat, biasa kan dia lulusan psikologi. Bisa juga tu pak nu nasehatnya. Paski kami disini kangen ma nasehatmu. Semoga sukses bro.
Innu di mata Hendri
Wah piye yo? Pak nu itu kayak malaekat n penggoda. Apa lagi kalau masalah cewek. Mati satu tumbuh seribu.
UN Menguji Moral Bangsa Juni 8, 2009
Posted by yudhakusuma in unek-unek.Tags: anggaran, Bangsa, biaya, guru, Kecurangan, kepala sekolah, kualitas, kunci jawaban, laporan, media, Menguji, Moral, mutu, pelaksanaan, pendidikan, pengawas, SD, SMA, SMP, sms, UASBN, UN, UN 2009, UN ulang
add a comment
Setelah beberapa saat lalu UN telah selesai diselenggarakan , banyak diantara kita mungkin bertanya-tanya “Apakah kualitas dan mutu dari lulusan tahun ini sudah lebih baik?”. Akan ada beberapa jawaban yang terlontar, salah satunya dari mereka yang mendukung pelaksanaan UN. Mereka mengatakan sudah terjadi perbaikan mutu dan kualitas karena standart kelulusan yang dicanangkan sudah dinaikkan selain itu para peserta didik sudah berusaha untuk meningkatkan dan kualitas pendidikan. Tetapi anggaran untuk pelaksanaan UN tahun 2009 ini sekitar Rp 438 milliar, yang digunakan : Rp 59 milliar untuk biaya UASBN SD, Rp 296 milliar untuk biaya UN tinggkat SMP, SMA dan SMK serta Rp 83 milliar untuk biaya para pengawas .
Penyelenggaraan UN tahun 2009 ini tak lepas dari berbagai macam kecurangan. Dari laporan media, kita dapat mengetahui telah terjadi berbagai penyelewengan seperti: pembocoran soal, penjualan kunci jawaban melalui sms, bahkan yang lebih gila tertangkapnya kepala sekolah dan para guru yang sedang membuat kunci jawaban. Hal ini tentu membuka mata hati kita bahwa pelaksanaan UN bukannya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, tetapi membuat merosotnya moral generasi muda kita secara nasional. Bahkan hal ini lebih berbahaya dari narkoba.
Lantas bagaimana dengan kebijakan pemerintah yang akan melaksanakan UN ulang untuk sekolah yang tingkat ketidaklulusannya 100%. Tentu hal itu sama saja dengan memberi kesempatan bagi para penjahat untuk mendapatkan pengampunan tanpa melewati masa hukuman terlebih dahulu. Kalau kesalahan pada teknis pelaksanaannya bolehlah diulang, tetapi kalau kesalahan dikarenakan kesalahan sisiwa yang keliru mendapatkan kunci jawaban dari sms, mengapa harus diberi kesempatan mengulang. Kalau mengulang ya tahun depan saja. Adil kan? Kasian mereka yang telah mengerjakan dengan jujur, mereka yang mengerjakan dengan jujur jika tidak lulus pasti juga mengulang lewat ujian kejar paket bahkan mengulang di tahun berikutnya.
Alangkah baiknya dan bijaksananya jika pemerintah meninjau ulang pelaksanaan UN.
Di sadur dari berbagai sumber
Merasa Dekat Dengan Orang Yang Telah Meninggalkan Kita Juni 5, 2009
Posted by yudhakusuma in Cerita Yudha.Tags: cintai, kehilangan, kesedihan, larut, meninggalkan, orang tua, selamanya, simbah
add a comment
Kadang kehilangan orang yang sangat kita cintai memang sangat menyakitkan, apalagi kita ditinggalkan untuk selama-lamanya. Rasa kecewa karena kehilangan orang yang selalu mengisi hari-hari kita, dengan ditinggalkan membuat kita lemah dan tak berdaya untuk sejenak. Tetapi hidup terus berjalan, jika kita larut terlalu lama dalam kesedihan maka kita akan tertinggal beberapa langkah dibandingkan orang lain.
Pengalaman ini sempat aku rasakan ketika aku masih duduk di bangku SMP, ketika itu aku ditinggal simbah yang telah merawatku dari umur 1 tahun, pergi untuk selama-lamanya. Rasanya pengen ngomong sama Tuhan “tolong beri kesempatan beberapa tahun lagi untuk bersama dengan simbahku”. Untungnya kedua orang tuaku selalu memberi pendampingan, dengan memberikan nasehat agar selalu mendoakan simbah.
Ternyata dengan mendoakan simbah saya merasa lebih dekan dengan simbah. Rasanya setiap waktu jika kengen simbah langsung dapat terobati dengan mendoakannya. Disinilah saya menemukan keajaiban sebuah doa.
Ya Tuhan terimakasih karena Engkau telah membuka hatiku untuk selalu mengucap syukur atas semua anugerah yang telah Engkau berikan. Semoga Engkau sudi mengampuni segala kesalahan dan dosa-dosa anggota keluargaku dan semua orang yang boleh ku kenal yang telah mendahuluiku menghadap-Mu. Amien.
kAngen keLuarGa Juni 4, 2009
Posted by yudhakusuma in Cerita Yudha.Tags: berjumpa, bersyukur, jawa, keluarga, mahal
add a comment
Dah beberapa bulan ini aku tdk bertemu keluarga, rasa kangen menggelayutti hati. Sebentar lagi aku akan pulang dan bertemu dengan keluarga. Ingin rasanya cepet sampai rumah, banyak hal yang ingin aku bagikan. Ada cerita suka dan duka, memang ternyata berkumpul keluarga itu mahal. Kalau tau mahal aku pasti tidak bekerja jauh dari rumah, sekarang mau cari kerja di Jawa susah ngatur waktunya, selain itu ongkosnyapun lumayan juga.
Semoga dengan pulang ke Jawa, aku mendapat pekerjaan di sana.
Ya Tuhan, aku bersyukur karena boleh mempunyai keluarga yang cukup menyayangi dan mengasihi aku. Semoga Engkau selalu menaungi mereka dengan Roh Kudus-Mu. Amien.
Tentang Asrama 2 Mei 26, 2009
Posted by yudhakusuma in Cerita Yudha.Tags: asrama, jauh, kebersamaan, kekeluargaan, keluarga, pantai, rumah, sakit, uang
add a comment
Kadang kita tidak tau apa yang akan terjadi di hari esok……..
Hampir satu tahun kita penghuni asrama hidup bareng (tapi bukan kumpul kebo lho). Banyak kisah suka duka yg dialami bersama, kadang ada rasa jengkel, mangkel, ndongkol tapi ada juga rasa kekeluargaan, kebersamaan dan sebagainya. Biasanya kita semua klo sedang liburan, trus suntuk kok cuma nongkrong2 di asrama, tibalah saatnya JJS (jalan-jalan santai). Sasaran kita biasanya maen ke Utara (Kuro Tidur) kadang juga maen rumah guru-guru TK, SD, SMP, SMA Sint Carolus.
Klo kita sedang maen rasa bosen mulai hilang, apa lagi ada cewek cantik lewat (ha….ha…. naluri laki2nya muncul lg). Kita semua orang perantauan, jauh dari rumah, keluarga, pacar (ehm….kadang gak da pacar dah gak kerasa lag, klo disini dah dpt gebetan) merasa senasib dan sepenanggungan. Jika yang satu sakit yang laen ngerawat, klo ada yang g ak punya uang ya sama-sama ngutang (he…he…).
Kadang kita semua berangan-angan “kapan bisa kerja dekat dengan keluarga?, pasti enak yach”, Asrama tempat kami tinggal dekat sekali dg pantai, klo siang panasnya minta ampun tp klo malam wau… dinginnya minta ampun.
Ya Tuhan aku bersyukur karena segala karunia-Mu, atas semua orang yang ada disekitarku,dan atas kesehatan yang telah Engkau berikan. Amien.
Harapan menjelang PILPRES 2009 Mei 26, 2009
Posted by yudhakusuma in unek-unek.Tags: harapan pilpres 2009, jangan golput, JK-Wiranto, Mega-Prabowo, SBY-Boediono
add a comment
Apakah SBY-Boediono, JK-Wiranto, atau Mega-Prabowo yang nantinya akan memimpin negri ini. Tentunya kita semua berharap diperiode pemerintahan mendatang akan membawa perubahan kearah yang lebih baik dalam berbagai sendi kehidupan. Mungkin dari ketiga pasangan capres-cawapres itu banyak mengumbar janji untuk peningkatan kesejahteraan rakyat atau “wong cilik”. Kalau janji-janji itu terlaksana alangkah bahagianya kita sebagai warga Negara di Republik ini.
Kita semua tentu yakin, jika memang kandidat tersebut baik, pasti rakyat akan memilihnya. Sebaliknya, jika tidak baik dan terlihat hanya mewakili beberapa kelompok saja ataupun hanya mengejar kursi kekuasaan saja, maka rakyat malah akan bosan dan jengah. Rakyat sudah tidak ingin lagi pemerintahan Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang ambisius dalam merebut jabatan dan menguras kekayaan negri ini untuk kepentingan segelintir kelompok saja. Apalagi saat ini rakyat sudah mulai pintar dalam memilih dan tidak mudah dibohongi dengan janji-janji yang muluk-muluk.
Era reformasi, demokrasi dan keterbukaan yang diperjuangkan selama ini diharapkan akan membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia, bukan hanya sebagai mimpi disiang bolong.
Rakyat sudah tidak bisa dibohongi. Mereka akan memilih susuai dengan kata hati, yang menurutnya akan membawa perubahan dan menguntungkan dirinya. Dalam situasi seperti itu, maka bagi mereka yang ingin menjabat di pemerintahan, yang bisa dilakukan hanyalah berbuat sebaik mungkin kepada masyarakat. Jika masyarakat sudah merasakan kinerjanya, maka dengan sendirinya akan memercayai orang tersebut untuk memegang jabatan tertentu. Jabatan sekelas orang nomor satu yang memimpin sebanyak 220 juta jiwa sekalipun.
Jangan lupa gunakan hak pilih kita sebaik mungkin, pesan saya jangan golput.